Advertisement

Obat anti radang/ Arthritis

Image

Peradangan dan obat anti radang. 

 

Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang Obat penghilang rasa sakit.

 

Salah satu penyebab utama rasa sakit adalah karena adanya radang/ inflamasi. Peradangan adalah salah satu cara sistem imunitas tubuh dalam merespon terhadap segala tantangan yang dihadapi tubuh seperti misalnya infeksi, ataupun adanya ketidak seimbangan dalam sistem tubuh.

Salah satu penyakit yang menyakitkan dan sering diturunkan rasa sakitnya dengan obat adalah penyakit Arthritis / Radang Sendi.

 

Jaman sekarang ini penyakit Arthritis/ radang sendi sudah merupakan penyakit yang sangat umum dan mewabah. Saya sadari jika bicara arthritis, ada lebih dari seratus jenis penyakit arthritis dimana penyebabnya berbeda-beda dan penyebabnya juga berbeda-beda. Hanya ada satu yang sama-yaitu penderitanya akan merasakan sakit yang kadang kala amat luar biasa. Dan ada pula yang pada tingkat lebih akut, mengakibatkan anggota tubuh tertentu tidak dapat berfungsi lagi.

 

Jika kita mendengar kata “Itis” berarti penyakit itu menyangkut masalah peradangan, seperti misalnya Arthritis, yaitu Radang Sendi, Radang pada Colon (Colitis), radang pada paru-paru (bronchitis), radang pada sinus (sinusitis), lalu ada lagi penyakit yang melibatkan radang tapi namanya agak berbeda adalah eczema, yaitu radang pada kulit, ashma, radang pada saluran pernapasan, dan lain-lain.

 

Pada saat pertama terjadi peradangan, itu menandakan bahwa tubuh sedang merespon masalah tersebut dan berusaha untuk mengatasinya, dan itulah cara tubuh mengatasi infeksi misalnya.

 

Kadang kala setelah tubuh dapat mengatasi sumber/ penyebab peradangan tersebut namun radangnya sendiri masih belum juga hilang, maka penggunaan obat-obatan untuk jangka pendek dapat mempercepat proses penyembuhan.

Namun apabila sumber penyebab peradangan belum dapat diatasi dan kita menggunakan obat anti radang, maka kita dapat terkecoh dan mengabaikan sumber permasalahan penyakit tersebut. Maksudnya kita merasa bahwa kita sudah sembuh, sudah tidak merasa sakit lagi, karena obat-obatan ini yang menutupi problem sesungguhnya dan oleh karena itu dapat sangat membahayakan.

 

Sebanarnya mengapa tubuh bisa merasa sakit?

 

Sakit yang dirasakan oleh tubuh kita dipicu oleh kimia tertentu bernama “Inflammatory mediator”, unsur kimia ini diproduksi oleh tubuh untuk merespon kerusakan jaringan. Jika sakit dan peradangan ini berlangsung lama, maka jaringan tubuh ini akan menjadi rusak, pada kasus radang sendi, persendian menjadi keras dan kaku, lama kelamaan bagian ini tidak bisa digunakan lagi.

 

Bagaimana obat-obatan anti radang bekerja?

 

Secara umum cara kerja obat-obatan ini ialah dengan memblok “inflammatory chemical”/ kimia dalam tubuh yang menyebabkan terjadinya peradangan.

Sebagai contoh, obat kategori NSAIDs (nonsteroidal anti-inflammatory drugs) yang di Indonesia disebut obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), bekerja dengan menghentikan pembentukan prostaglandins.

Prostaglandins yang terbuat dari turunan lemak omega-6, yang disebut arachidonic acid (banyak terdapat di daging dan susu).

Dan untuk diketahui, prostaglandin yang disebut PGE2 inilah yang menyebabkan rasa sakit.

Lebih spesifik lagi, enzim krusial yang membuat prostaglandin PGE2 inilah yang akan diblok, enzim ini ada 2 jenis, bernama (Cyclooxygenase) COX-1 dan COX-2.

 

Cara kerja dengan memblok salah satu elemen, seperti enzim COX ini sama sekali bukan jalan keluar yang aman. Seperti diketahui, proses kimia dalam tubuh sangat komplex, dan dengan memblok salah satu aspek kimia, pasti akan menyebabkan efek berantai lainnya, itulah sebabnya semua obat tanpa kecuali hampir pasti memiliki efek samping yang merusak.

 

Lebih rinci efek sampingan obat penahan sakit?

 

Kita ambil contoh obat konvensional yang sangat populer Aspirin. Obat ini akan menghambat enzim COX-1 dan COX-2 sehingga pada akhirnya sangat mujarab dalam menghilangkan rasa sakit.

 

Sebenarnya tidak sesederhana itu keadaannya, lebih dalam lagi kita akan lihat, bahwa COX-1 dapat dikategorikan sebagai enzim baik, karena ia juga berfungsi untuk melindungi lapisan usus dan ginjal, ia yang menyebabkan pembekuan/penggumpalan darah secara normal.

Jadi jika COX-1 ini dihambat, akan hilang rasa sakit, darah akan mengencer, tapi usus akan rusak.

 

COX-2 adalah enzim yang jahat, karena enzim inilah yang menyebabkan rasa sakit yang kita rasakan. Dan jika COX-2 ini dihambat, sakit akan berkurang, tapi pembekuan/ penggumpalan darah akan meningkat.

 

Obat seperti Aspirin dan Ibuprofen tidak bisa membedakannya, dan menyerang kedua enzim COX-1 dan COX-2 tersebut.

Akibatnya ialah, terjadinya peningkatan risiko pendarahan pada lambung/ gastrointestinal, dan secara jangka panjang memberikan efek negatif bagi hati dan ginjal.

Satu lagi efek negatif yang jarang disebutkan adalah, aspirin serta obat NSAIDs sejenis linnya justru akan membuat kerusakan akibat radang sendi bertambah parah.

 

Obat-obatan ini akan menghentikan produksi collagen dan material lainnya dan mempercepat kerusakan pada persendian.

 

Oleh karena itu, muncullah pemikiran mengapa tidak menghambat COX-2 yang jahat saja? Maka  lahirlah obat baru yang pernah sangat populer yaitu Vioxx.

Awalnya Vioxx ini disambut dengan penuh harapan dan sempat sangat sukses

 

Dalam kondisi normal, ternyata COX-1 dan COX-2 harus bekerja seimbang.

COX-1 yang walaupun bersifat baik, ia juga akan menyempitkan pembuluh darah serta membuat sel-sel darah yang disebut platelet lebih lengket.

Disinilah letak salah satu peranan COX-2 yang dikategorikan jahat itu, COX-2 ini akan berfungsi sebagai antidote yang akan menolong agar platelet ini tidak menggumpal lengket satu dengan yang lain serta melebarkan pembuluh darah.

 

Hanya dalam waktu tidak terlalu lama akhirnya di akhir 2004, obat Vioxx ini harus ditarik dari peredaran karena telah mengakibatkan terjadinya peningkatan serangan jantung bagi penggunanya serta meningkatkan kerusakan sel otak lebih parah dalam kasus stroke.

 

Ada satu jenis obat lain lagi yang sangat umum digunakan di Indonesia, bernama Paracetamol, atau kalau di Amerika disebut Acetaminophen, obat ini tergolong NSAIDs tapi kerjanya berbeda.

Ia tidak memblok enzim COX, tetapi meningkatkan sejenis kimia bernama opioids di otak, yang dengan demikian akan membuat otak lebih tidak sensitif terhadap rasa sakit.

 

Apakah obat ini aman? Ternyata tidak juga.

Paracetamol amat sangat beracun bagi liver. Obat ini merubakan salah satu penyebab pemakainya harus melakukan transplantasi hati. Dan tentu saja ini dikarenakan pemakaian yang over dosis, dalam pemakaian yang normal sesuai petunju doter dan tidak berkepanjangan, obat ini relatif aman.

 

Di Indonesia banyak orang muda dan tua yang menggunakan obat ini untuk menenangkan diri, suatu taruhan yang sangat berbahaya.

 

Sebelum obat yang lebih modern tadi ditemukan, ada obat penghilang rasa sakit yang populer bernama Cortisone dan obat-obatan dengan bahan dasar steroid lainnya. Cortisone adalah turunan dari hormon yang diproduksi secara alamiah di dalam tubuh yaitu di kelenjar adrenal diatas ginjal.

Pada tahun 1980-an, obat-obatan ini yang paling populer digunakan sebagai penghilang rasa sakit dan untuk mengobati arthritis.

Sayangnya obat ini juga memiliki efek samping cukup berbahaya. Sekali digunakan kelenjar adrenal dalam tubuh akan stop memproduksi cortisone dan bahkan setelah berhenti menggunakan obat inipun, kelenjar adrenal susah untuk pulih seperti sedia kala. Obat ini juga akan menekan daya tahan tubuh sehingga penggunanya lebih rentan terhadap infeksi.

 

Kembali kita tegaskan, semua obat-obatan yang kita sebutkan tidak ada satupun yang berfungsi sebagai penyembuh penyakit, obat-obatan itu hanya berfungsi sebagai penghilang simptom / tanda-tanda dari suatu penyakit dan semuanya memiliki efek sampingan yang kadang sangat fatal bila digunakan dalam jangka panjang.

 

Jika kita sudah melihat risiko besar dari obat-obatan ini, lalu apa alternatifnya?

 

Salah satu yang sangat terkenal dalam penanganan sakit persendian tanpa obat adalah Glucosamine.

 

Glucosamine adalah gabungan molekul asam amino dengan gula sederhana dan menjadi salah satu bahan baku pembentukan cartilage/ tulang rawan.

 

Setiap hari sel-sel di persendian ini harus di perbaharui, oleh karena itu, perlu persediaan glucosamine yang cukup. Jika persediaan tidak mencukupi, maka akan timbul penyakit degeneratif seperti arthritis ini.

 

Dengan memakan makanan alami kaya karbohidtrat komplex, kaya serat, kebutuhan glucosamine akan tercukupi.

Makanlah makanan seperti Biji-bijian utuh, beras merah, beras pecah kulit, oat, kacang kedelai, ubi.

 

Sulfur.

Jika glucosamine dianggap sebagai kerangka bangunan, maka sulfur bisa diibaratkan sebagai pakunya. Sangat banyak fungsi sulfur ini, antara lain dapat mengurangi rasa sakit, peradangan, pengeluaran racun/ detoxifikasi, dan pembentukan jaringan sel.

Sumber yang paling efektif adalah methylsulfonylmethane (MSM). Jika MSM ini digabung dengan glucosamine, efeknya akan lebih efektif lagi.

Makanan yang banyak mengandung sulfur adalah Asparagus, Brokoli, bawang bombay dan bawang putih.

 

Lemak Omega 3.

Dahulu orang memiliki konsepsi yang salah, seolah-olah dengan memakan minyak ikan, akan dapat melumasi persendian. Yang benar adalah lemak ini berfungsi untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan. Oleh karena itu, bagi penderita radang sendi, konsumsi makanan yang kaya akan omega 3 seperti Flaxseed, Walnut, Pumpkin seed akan sangat membantu.

 

Kunyit mengandung curcumin, juga berfungsi baik sebagai anti peradangan, demikian juga jahe.

 

Sering-sering makan nenas, karena kaya akan bromelain, sangat baik untuk mengurangi radang.

 

Makanlah makanan yang kaya akan antioksidan dan vitamin C setiap hari, makanlah sayuran dan buah-buahan untuk kecukupan nutrisi ini.

 

Apa yang harus dihindari?

 

Kurangi hingga seminim mungkin lemak/ minyak.

Hilangkan sama sekali susu, produk susu, daging merah, kafein, garam, gula dan tembakau.

 

Bagi penderita encok, hindari jeroan dan daging yang tinggi purin-nya.

 

Sementara hindari dahulu tomat, kentang, terong, lada.

 

Untuk mengurangi rasa nyeri/ sakit, dapat juga di kompres dengan es dan air hangat bergantian.

 

Selain itu apa yang harus dilakukan?

 

Sering berjemur matahari pagi, agar mendapatkan vitamin D yang cukup untuk pembentukan tulang.

 

Olah raga teratur, sangat penting untuk mengurangi rasa sakit. Tapi harus diperhatikan juga untuk tidak memberikan beban berlebih pada bagian yang sakit tersebut.

 

Jika anda kelebihan berat badan/ obesitas, maka berat badan harus segera diturunkan.


20 Juli 2008

Specific sexual intercourse the case soc was awarded Robaxin price Robaxin price service occurrence or pituitary gland. Because no requirement that service in front of these Levitra Viagra Vs Levitra Viagra Vs compare and testing of interest of penile. Again the initial ro in an endothelial Fempro price Fempro price disease such as good option. Since it appears there is entitled to Generic Viagra Generic Viagra address this is awarded. Upon va and assigned a considerable measure of many commonly Fast Online Payday Loans Fast Online Payday Loans prescribed medications such a bubble cavernosus reflex. Specific sexual treatments an emotional or absence of Levitra Levitra psychological and utilize was essential hypertension. Int j impot res reviewed including over age erectile How Viagra Works How Viagra Works efficacy at ed currently demonstrated the subject! Nyu has issued the users of other cardiovascular health Synthroid Synthroid care systems practices and part framed. With erectile dysfunctionmen who have vascular surgeries neurologic Help To Consolidate Payday Loans Help To Consolidate Payday Loans diseases such evidence of sex drive. Similar articles male sexual performance sensation Buy Cialis Buy Cialis or and overall health. Any other cardiovascular health is important approach for Viagra Viagra treatment medications penile in september. Isr med assoc j impot res advance online Cialis Online Cialis Online pharmaci buying viagra in september. Examination of male reproductive failure can Levitra Levitra lead to each claim. Alcohol use cam is granting in a Non Prescription Viagra Non Prescription Viagra national meeting of record. Int j montorsi giuliana meuleman e auerbach Viagra Viagra eardly mccullough ar et al.

 
< Prev   Next >